Kredibilitas dan Integritas

June 14th, 2009Comments Off

Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan, air minumnya terjamin” (Yesaya 33 : 15 – 16)

 

 

Kredibilitas berarti dapat dan layak dipercaya. Kredibilitas adalah unsur dari integritas, keutuhan suatu pribadi yang berkualitas. Kejujuran, kesetiaan, ketulusan, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab adalah nilai-nilai integritas. Ini adalah kualitas pribadi yang dicari saat ini, baik bagi seorang businessman maupun seorang professional.

 

 

Kecakapan dan pengetahuan saja tidak cukup. Orang boleh menjadi seorang expert yang mahir  dalam mengerjakan sesuatu, atau menjadi seorang yang highly educated  yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, tetapi jika ia bukan seorang yang kredibel (dapat dipercaya) dan tidak memiliki integritas, maka pada akhirnya ia hanya akan menjadi pecundang dan bahan cemoohan. Semua hasil karya kemahiran dan kepandaiannya tidak berarti atau dihargai.

 

 

Ada seorang yang memiliki keahlian di bidangnya. Ia juga seorang yang berpendidikan tinggi dan meraih beberapa gelar untuk bidangnya. Ia bekerja pada suatu perusahaan dan memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kemajuan perusahaan itu. Tetapi sayangnya ia tidak jujur dan setia. Ia tergoda untuk memanfaatkan kedudukan dan kepercayaan yang telah diberikan perusahaan kepadanya untuk kepentingan pribadinya. Ia berhasil mengelabui atasannya dengan cara yang sangat rapi. Tetapi sepandai apapun ia menyembunyikan kecurangannya pada akhirnya terbongkar juga. Ia harus berurusan dengan hukum, kehilangan pekerjaannya dan tercoreng reputasinya. Semua keahlian dan kepandaiannya kini tidak berarti sebab orang takut mempekerjakan dia atau berbisnis dengannya. Di sini kita bisa melihat betapa pentingnya menjaga kredibilitas dan integritas kita dalam dunia business, sebagai pengusaha, maupun dunia professional, sebagai seorang karyawan.

 

 

Ada seorang muda di jaman Perjanjian Lama, namanya Yusuf (Kejadian 39 : 1 – 6). Ia adalah seorang yang sangat menjaga kredibilitas dan integritasnya. Ia terampil, rajin, setia dan dapat dipercaya, sehingga Potifar, orang Mesir yang menjadi tuannya, mempercayakan seluruh urusan rumah tangganya kepadanya. Tidak ada yang tidak diserahkan kepada Yusuf dalam rumah tangganya, kecuali isterinya. Tuannya sangat puas dengan pekerjaan Yusuf dan akan sikapnya yang setia dan dapat dipercaya.

 

 

Integritas seseorang dapat terlihat ketika melewati ujian. Yusuf digodai oleh isteri Potifar untuk berselingkuh bersamanya (Kejadian 39 : 7 – 10). Tetapi Yusuf menolaknya karena ia takut akan Tuhan. Seorang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan akan menjaga kredibilitas dan integritasnya. Ia lebih rela menanggung resiko yang menyakitkan akibat menjaga integritasnya daripada berkompromi dengan dosa dan mengorbankan kredibilitasnya.

 

 

Isteri Potifar kecewa karena Yusuf menolak ajakannya berselingkuh. Ia lalu balik memfitnah Yusuf. Kemudian Yusuf masuk penjara karena difitnah oleh isteri Potifar (Kejadian 39 : 11 – 20). Kelihatannya Yusuf dirugikan akibat menjaga kredibilitas dan integritasnya. Suatu imbalan yang tidak adil atas sikapnya yang benar itu. Begitulah dunia. Seringkali orang-orang yang tidak jujur nampaknya lebih beruntung, sementara orang-orang yang mempertahankan kredibilitas dan integritasnya malah mengalami nasib yang tidak menguntungkan. Tetapi, tunggu dulu! Ini bukanlah akhir dari cerita. Di Sorga ada Allah Yang Mahaadil yang melihat dan mengadili segala sesuatu dengan adil dan benar.

 

 

Yusuf harus mengalami ketidakberuntungan karena kebenarannya. Ia harus mendekam di penjara. Itu adalah ujian baginya. Tetapi Allah tidak meninggalkan orang yang memelihara kredibilitas dan integritasnya. Allah kemudian malah mempromosikan dia menjadi orang nomor dua di negeri Mesir setelah Firaun raja Mesir (Kejadian 41 : 40 – 44).

 

 

Karena Yusuf menjaga integritasnya, Firaun mengangkatnya menjadi orang nomor dua di negaranya dan mempercayakan semua urusan penting kepadanya. Firaun mendelegasikan otoritas yang sangat besar kepada Yusuf untuk mengurusi negara dan rakyat Mesir.

 

 

Pada akhirnya, setelah orang lulus ujian dalam mempertahankan integritas dan kredibilitasnya, Allah akan mempahalainya dengan promosi dan penghargaan.  Allahlah yang akan memberi imbalan yang adil kepada orang yang demikian. Di akhir hidupnya ia akan dikenang dan dihargai oleh orang-orang. Jasanya dan hasil karyanya akan selalu diingat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tetapi orang-orang yang tidak menjaga integritasnya akan berakhir sebagai pecundang dan semua jasa dan hasil karyanya dilupakan orang.

 

 

Jika perusahaan dikelola dan dikuasai oleh orang yang pandai tetapi tidak memiliki integritas, maka jangan heran jika korupsi dan penyalahgunaan jabatan terjadi. Perusahaan memerlukan orang-orang yang memiliki integritas bukan hanya memiliki kecakapan dan kepandaian. Kepandaian bisa dipelajari, kecakapan bisa dilatih, tetapi kredibilitas dan integritas perlu dibangun dengan sungguh-sungguh. Firaun sangat puas dan bangga telah mendelegasikan wewenangnya kepada Yusuf yang notabene bukan seorang Mesir.

 

 

“Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (Kejadian 41 : 38) Menakjubkan sekali karena pernyataan ini justru keluar dari mulut Firaun seorang raja Mesir. Orang percaya yang hidupnya dikuasai dan dikendalikan oleh Roh Allah bukan saja memiliki hikmat yang luar biasa tetapi juga membentuk orang itu untuk menjadi orang yang berkarakter mulia, yang memiliki kredibilitas dan integritas.

 

 

Memang benar, jika kita ingin menjadi seorang yang memiliki kredibilitas dan integritas, maka jadilah orang percaya yang hidup dalam kuasa Roh Allah. “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh…” demikian nasihat rasul Paulus (Galatia 5 : 16), dan rasul Paulus pun kemudian menerangkan tentang “Buah-buah Roh”, yaitu karakter terpuji yang seharusnya dimiliki seorang yang percaya (Galatia 5 : 22 – 23) . Dengan “Buah-buah Roh” ini maka seorang percaya dapat membangun kredibilitas dan integritasnya dan ia akan menjadi seorang yang diperkenan Allah dan disukai manusia sebab “tidak ada hukum yang menentang hal-hal ini”.

 

 

Roh Kudus akan menjadikan anda seorang yang kredibel dan berintegritas asal anda mau hidup dan dibimbing oleh-Nya. Jangan mengadopsi prinsip-prinsip orang yang tidak percaya yang tidak memiliki kredibilitas dan integritas. “Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12 : 2) demikian nasihat firman Allah melalui rasul Paulus.

 

 

Kita orang-orang percaya, apakah kita seorang businessman ataukah kita seorang professional, harus menjadi orang-orang yang memiliki integritas dan dapat dipercaya, sehingga kita menjadi kesaksian yang benar bagi orang-orang di sekeliling kita yang membawa kemuliaan bagi nama Allah. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5 : 16).

 

 

Kita harus memiliki karakter yang terpuji sehingga kita dapat menjadi berkat dan inspirasi bagi banyak orang. Itulah pengaruh positif yang diberikan oleh orang percaya bagi lingkungannya, dan itu adalah hasil karya Roh Kudus di dalam kehidupan orang percaya.

 

 

Jika anda mau menjadi seorang yang memilki kredibilitas dan integritas, takutlah akan Tuhan dan jadilah seorang percaya yang hidup dalam kuasa Roh Kudus. Allah akan mempromosikan anda untuk mendapat kepercayaan dan kedudukan yang lebih tinggi. Anda akan dipercaya oleh banyak orang.

 

 

Ada seorang pemuda yang lahir bukan dari keluarga pengusaha. Ia juga tidak diwarisi harta oleh kedua orang tuanya. Orang tuanya hanya dapat menyekolahkan dia sampai ia  menjadi seorang sarjana. Ia memulai kariernya menjadi seorang karyawan pada sebuah perusahaan. Selama bekerja di tempat itu ia menjaga kredibilitas dan integritasnya. Sementara rekan-rekan sekerjanya banyak yang mencari penghasilan sampingan, ia berusaha mencukupkan diri dengan gaji yang diperoleh dari perusahaannya. Ia tidak mau mencari penghasilan sampingan meskipun ia mendapat kesempatan untuk itu. Ia hanya berusaha bekerja sebaik-baiknya demi kemajuan perusahaan itu.

 

 

Tuhan menyertai dia, sehingga ia berhasil dalam pekerjaannya. Ia mendapat kasih sayang dari majikannya sehingga ia dipromosikan untuk mendapat kedudukan yang lebih tinggi dibanding dengan rekan-rekan kerjanya. Otomatis ia memiliki income dan menikmati fasilitas yang lebih baik dari rekan-rekannya.

 

 

Setelah bekerja beberapa tahun lamanya, akhirnya Tuhan mendorong dia untuk membuka usaha sendiri. Tetapi ia tidak mempunyai modal seperak pun untuk membuka usaha itu. Ia hanya memiliki kredibilitas dan integritas. Lalu ia membuat suatu feasibility study dari usaha yang hendak dirintisnya dan ia menawarkan feasibility study itu kepada beberapa orang yang memiliki modal. Karena orang-orang itu sudah mengenal kredibilitas dan integritas orang itu mereka mempercayakan uang mereka untuk dijalankan olehnya.

 

 

Perusahaan pun didirikan. Beberapa orang menyetor modal dan ia mendapat saham dalam perusahaan itu yang harus dicicilnya. Dalam beberapa tahun perusahaan maju dengan pesat dan berhasil mengembalikan modal. Pada akhirnya seluruh saham perusahaan itu dibeli olehnya dan ia menjadi pemilik dari perusahaan itu dan Tuhan terus memberkati perusahaan itu sampai sekarang. Tuhan mempromosikan orang itu karena ia menjaga kredibilitas dan integritasnya.

 

 

Seorang yang memiliki kredibilitas dan integritas tidak takut untuk dinilai oleh orang lain. Meskipun orang berusaha membuat rumor untuk menjatuhkan reputasinya, ia tidak takut sebab ia tahu pasti bahwa ia sudah berusaha menjaga kredibilitas dan integritasnya. Waktulah yang akan membuktikan kebenarannya. Tuhan akan membela dia dan pada akhirnya orang-orang akan mengakuinya.

 

 

Yusuf difitnah sehingga ia harus masuk penjara. Tetapi Allah membela dia sehingga akhirnya ia boleh keluar dari penjara dan malah dipromosikan untuk menduduki jabatan yang sangat tinggi oleh Firaun.

 

 

Samuel adalah seorang imam dan hakim di Israel pada jaman Perjanjian Lama. Ketika ia sudah tua dan hendak pensiun, ia mengadakan pidato perpisahan dan pengunduran dirinya. Karena ia senantiasa menjaga kredibilitas dan integritasnya, ia berani menantang bangsa Israel untuk memberi kesaksian yang menentang dia jika ia terbukti telah tidak jujur atau bertindak tidak adil. Ia berkata di hadapan bangsa Israel: “Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan Tuhan dan di hadapan orang yang diurapi-Nya (raja Israel): Lembu siapakah yang telah kuambil? ….siapakah yang telah kuperas?…Jawab mereka: Engkau tidak (pernah) memeras kami…” (1 Samuel 12 : 3 – 4). Orang yang menjaga kredibilitas dan integritasnya  tidak usah takut dihakimi. Allah akan membela dia. Orang-orang pada akhirnya akan mengakui kebenarannya.

 

 

Pada jaman yang materialistis dan individualis ini orang semakin mencari orang-orang yang masih menjaga kredibilitas dan integritasnya. Para pebisnis lebih senang berbisnis dengan orang seperti itu. Perusahaan-perusahaan lebih senang mempekerjakan orang seperti itu. Negara akan lebih aman dan sejahtera jika dipimpin oleh orang-orang seperti itu. Orang-orang yang menjaga kredibilitas dan integritasnya sebenarnya sedang menciptakan peluang untuk dirinya sendiri. Tuhan akan mempromosikan orang-orang yang demikian, hanya takutlah akan Tuhan, muliakanlah Dia, utamakan kehendak-Nya dan penuhlah dengan Roh Kudus.

« Kerinduan Yang Menjadikan Anda Luar Biasa
Berkat Untuk Pebisnis dan Profesional yang Melayani »

Categorized Under

2009 Khotbah Ir. David Kurniadi

Post tags

About Ir. David Kurniadi

» has written 124 posts

Categories

Category Specific RSS